Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Kemuliaan Bagi Orang Bodoh

Gambar
Latar Belakang Ada seseorang yang berkata bahwa orang yang mulia yaitu orang yang tidak pernah dibully. Sehingga dari pernyataan tersebut muncullah sebuah pendapat dari seseorang, bahwa orang yang mulia yaitu orang yang bodoh. Karena pada hakikatnya orang pintar pelayan bagi si bodoh. Jadi si pintar menyiapkan panduan bagi si bodoh dalam berkehidupan. Si bodoh hanya terdiam saja namun si pintar berpikir keras bagaimana cara nya mereka dapat ilmu. Kadang orang pintar terkena bullyan karena mengeluarkan statement dan yang membuly ialah orang bodoh yang kerjaannya hanya tidur bagai seorang raja yang menatikan sebuah hal yang menarik dari si pelayan yaitu si pintar.  Rabu/ 28 Mei 2025/ pukul 08.00.  Apakah benar orang bodoh termasuk orang mulia? Penjelasan   Orang bodoh di sini ialah mereka yang tidak diajari atau tersentuh keilmuan sedikitpun dan hal ini dalam bahasa Arab terkandung dalam term Al-Jahilu. Hal ini selaras seperti dalam artikel karya Delta Yauminnahri yang diku...
 A. Reaksi Orang Munafik Terhadap Perintah Perang Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: لَوْ كَا نَ عَرَضًا قَرِيْبًا وَّسَفَرًا قَا صِدًا لَّا تَّبَعُوْكَ وَلٰـكِنْۢ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۗ وَسَيَحْلِفُوْنَ بِا للّٰهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَـرَجْنَا مَعَكُمْ ۚ يُهْلِكُوْنَ اَنْفُسَهُمْ ۚ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّهُمْ لَـكٰذِبُوْنَ "Sekiranya (yang kamu serukan kepada mereka) adalah keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu. Akan tetapi, (mereka enggan karena) tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, “Seandainya kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu.” Mereka membinasakan diri sendiri¹) dan Allah mengetahui sesungguhnya mereka benar-benar para pembohong. " (QS. At-Taubah 9: Ayat 42)  Kemenag RI, Al-Qur'an dan Terjemahnya: Edisi Penyempurnaan 2019 (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019), 266 1. Menurut Kemenag maksud dari ‘membin...
 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗ وَا لَّذِيْنَ مَعَهٗۤ اَشِدَّآءُ عَلَى الْكُفَّا رِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ تَرٰٮهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَا نًا ۖ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِ ۗ ذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ ۖ وَمَثَلُهُمْ فِى الْاِ نْجِيْلِ ۚ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْئَـهٗ فَاٰ زَرَهٗ فَا سْتَغْلَظَ فَا سْتَوٰى عَلٰى سُوْقِهٖ يُعْجِبُ الزُّرَّا عَ لِيَـغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّا رَ ۗ وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا "Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu ...

Revisi ayat tentang maulid Nabi

 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: لَقَدْ كَا نَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَا نَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَا لْيَوْمَ الْاٰ خِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا  "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 21) 1. Wahbah Al-Zuhaili  2. Toifur Ali Wafa Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَـفْرَحُوْا ۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ "Katakanlah (Muhammad), "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan."" (QS. Yunus 10: Ayat 58) Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." (QS. A...

Teguran Allah Kepada Nabi Muhammad Terhadap Orang-orang Munafik

Gambar
  A. Tema Teguran kepada Nabi terkait Orang Munafik B. Penokohan  1. Subjek: Nabi Muhammad  2. Objek: Orang-orang munafik yang tidak ikut berperang  3. Pengirim: Allah (Teguran kepada Nabi karena mengizinkan orang-orang munafik tidak ikut berperang) 4. Penerima: Nabi Muhammad dan orang munafik 5. Pembantu: Malaikat Jibril (mengantarkan wahyu kepada Nabi Muhammad) 6. Penentang: Orang-orang munafik (beralasan tidak ikut berperang) C. Alur  1. Kedustaan orang munafik  لَوْ كَا نَ عَرَضًا قَرِيْبًا وَّسَفَرًا قَا صِدًا لَّا تَّبَعُوْكَ وَلٰـكِنْۢ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۗ وَسَيَحْلِفُوْنَ بِا للّٰهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَـرَجْنَا مَعَكُمْ ۚ يُهْلِكُوْنَ اَنْفُسَهُمْ ۚ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّهُمْ لَـكٰذِبُوْنَ "Sekiranya (yang kamu serukan kepada mereka) ada keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama)...

Perspektif Al-Qur'an terkait Maulid Nabi

Gambar
  C. Perspektif Al-Qur'an terkait Maulid Nabi Di dalam Al-Qur'an terdapat perintah terkait shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. yaitu tertera pada QS. Al-Ahzab: 56 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: Ayat 1 اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 56) dari ayat di atas termaktub secara eksplisit bahwa Allah dan Para malaikatnya bershalawat kepada Nabi Muhammad. Dari ayat tersebut juga termaktub perintah secara eksplisit yang disampaikan kepada manusia untuk bershalawat kepada Nabi. Makna Shalawat secara bahasa ialah doa atau permohonan. Adapun shalawat yang dilakukan oleh Allah, malaikat dan manusia memiliki perbedaan dalam hal implementasinya. Menurut Wahbah Zuh...

Mampu Menjelaskan Takhrij Al-Hadith: Pengertian, Metode dan Literatur

A. Pengertian   1. Secara bahasa Takhrij ialah ijtima' amrayn mutaḍādayn fi shay' wāhid (berkumpulnya dua masalah yang saling bertolak belakang dalam satu perkara). Kata takhrīj terdapat dalam kamus al-muhīt yang disebutkan dalam beberapa arti kata dan perubahannya:¹ - wa 'ām fīh takhrīj (subur atau menarik) - wa arḍ mukharrajah (tanaman yang terpisah-pisah) - wa kharraja al-lawh takhrījan (menulis sebagian dan meninggalkan yang lain) - al-kharaja (dua warna hitam dan putih) Kata takhrīj dapat diartikan juga pada kata di bawah ini: - al-istinbāṭ: mengeluarkan  - at-tadrīb: meneliti  - al-tawjīh: menerangkan  2. Secara istilah Adapun takhrīj menurut beberapa para ahli hadis telah dipaparkan sebagaimana di bawah ini:² a. Sinonim dari kata takhrīj ialah al-ikhrāj yang bermakna menjelaskan hadis kepada orang lain dengan menyebutkan mukharrijnya. Contoh dalam kitab shahih bukhari yang merupakan kumpulan hadis, maka bukhari lah sebagai mukharrijnya b. Menurut al-Sakhawi da...