Kemuliaan Bagi Orang Bodoh
Latar Belakang
Ada seseorang yang berkata bahwa orang yang mulia yaitu orang yang tidak pernah dibully.
Sehingga dari pernyataan tersebut muncullah sebuah pendapat dari seseorang, bahwa orang yang mulia yaitu orang yang bodoh. Karena pada hakikatnya orang pintar pelayan bagi si bodoh. Jadi si pintar menyiapkan panduan bagi si bodoh dalam berkehidupan. Si bodoh hanya terdiam saja namun si pintar berpikir keras bagaimana cara nya mereka dapat ilmu. Kadang orang pintar terkena bullyan karena mengeluarkan statement dan yang membuly ialah orang bodoh yang kerjaannya hanya tidur bagai seorang raja yang menatikan sebuah hal yang menarik dari si pelayan yaitu si pintar. Rabu/ 28 Mei 2025/ pukul 08.00.
Apakah benar orang bodoh termasuk orang mulia?
Penjelasan
Orang bodoh di sini ialah mereka yang tidak diajari atau tersentuh keilmuan sedikitpun dan hal ini dalam bahasa Arab terkandung dalam term Al-Jahilu.
Hal ini selaras seperti dalam artikel karya Delta Yauminnahri yang dikutip dari kita Mufradāt al-Alfazh Al-Qur'an bahwa Al-Jahl memiliki tiga tingkatan makna pertama hampanya jiwa dari ilmu. Kedua, tidak dapat dipercaya. Ketiga, dinisbatkan kepada orang yang bersalah.
Delta Yaumin Nahri, "Epistemologi Jahl dalam Al-Qur'an Perspektif Kitab Al-Qur’an dan Tafsirnya (Edisi yang disempurnakan)" Revelatia vol. 1 no. 1 (Mei, 2020), 8.
Dari poin pertama yaitu hampanya ilmu bisa dipahami bahwa orang tersebut memang tidak pernah tersentuh oleh keilmuan sedikit pun.
Dan dari hal itu juga Delta memaparkan berkaitan hal ini, ia menguraikan terkait karakteristik yang terkandung pada term Al-Jahlu dalam perspektif kemenag Al-Qur'an: Pertama, ketidaktahuan tentang Allah beserta landasan hukumnya. Kedua ayat yang dinisbatkan pada bentuk fa'il yaitu orang-orang yang murni yang tidak memiliki ilmu dalam jiwanya. Ketiga, kalimat ini mewakili penjelasan semua derivasinya dari kata Al-Jahl. Ibid, 12.
Apakah orang bodoh pantas menyandang orang mulia? Dalam artikel lepas milik Ardian Husaini ia memaparkan terkait pendapat Imam Ghazali terkait Orang paling bodoh ialah orang yang cinta dunia tetapi mereka sadar akan kefana'an dunia ini.
Ardian Husaini, "Imam Al-Gazali: "Yang Mencintai Dunia Sangat Bodoh" Ardianhusaini, diakses dari https://adianhusaini.id/detailpost/imam-al-ghazali-yang-mencintai-dunia-sangat-bodoh, pada tanggal 30 Mei 2025 pukul 14.45 WIB.
Jadi, menurut beliau orang yang paling bodoh ialah orang tahu bahwa ini salah tp mereka tetap melakukannya.
Lantas orang seperti apa yang mendapatkan kemuliaan. Hal ini dijelaskan Rasulullah dalam kitab Ihya' Ulumuddin, bahwa Rasulullah berkata
إِنَّ الْحِكْمَةَ تَزِيدُ الشَّرِيفَ شَرَفًا وَتَرْفَعُ الْمَمْلُوكَ حَتَّى يُدْرِكَ مَدَارِكَ الملوكِ .
"Bahwa ilmu pengetahuan itu menambahkan mulia orang yang mulia dan meninggikan seorang budak sampai ke tingkat raja-raja" (hadis ini diriwayatkan oleh Abu Na'im dari anas, namun isnadnya dha'if). Imam Gazali, Ihya' Ulumuddin, ed. Tungku H. Ismail Yakub (Jakarta: Imbello, 1965), 44.
Jadi, orang yang mendapatkan kemuliaan yaitu orang yang berilmu. Karena orang yang mulia yaitu
.الْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ
"Orang berilmu (ulama) itu adalah pewaris dari Nabi-Nabi". Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi dll. Dari Abid Darda'. Ibid, 43.
Dari hadis ini dijelaskan bahwa tidak ada pangkat atau kemuliaan selain nabi.
Maka dari itu nabi saw. Bersabda:
يَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِمِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ
"Isi langit dan isi bumi meminta ampun untuk orang yang berilmu" (ini adalah satu hadis yang diriwayatkan Abi Darda'). Ibid, 44.
Maka dari itu ada pernyataan bahwa bencana yang paling besar ialah diamnya orang berilmu. Maka dari itu disebutkan oleh Imam Al-Gazali terkait hal ini bahwa
مَنِ ازْدَادَ عِلْمًا وَلَمْ يَزْدَدْ هُدًى لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللَّهِ إِلَّا بُعْداً
Ertinya: "Siapa yang bertambah ilmunya sedangkan hidayahnya (amalannya) tidak bertambah, maka ia hanya bertambah jauh dari-pada rahmat Allah."
(Hadis riwayat Abu Mansor Ad Dilami dalam Musnad Al Firdaus dengan sanad yang dhaif. Al Ihya 1/95). Imam Al-Gazali, Bidāyatul Hidāyah: Bidayatul Hidayah (Permulaan Jalan Hidayah), ed. Abu Ali Al-Banjari An-Nadwi (Derang, Malaysia: Khazanah Banjariah, 1995), 16.
Maka dari diamnya orang berilmu yang tidak menyebarkan ilmunya kepada atau tidak meluruskan perilaku dipandang merupakan yang salah namun mereka memilih diam maka dalam suatu hadis dijelaskan bahwa
أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَالِمٌ لَمْ يَنْفَعُهُ اللَّهُ بِعِلْمِهِ
Ertinya: "Orang yang paling dahsyat siksaannya pada hari kia-mat nanti ialah orang yang alim yang tidak memberi manfaat akan dia oleh Allah dengan ilmunya."
(Hadis riwayat At Tabrani fil soghir daripada Abu Hurairah). ibid.
Yang maknanya bahwa Allah akan memberi hukuman bagi seorang yang berilmu ketika dihadapkan pada suatu kemungkaran dengan hukuman yang paling pedih.
Kesimpulan
Jadi, kalimat kemuliaan bagi orang bodoh itu tidak tepat, yang ada hanya kemuliaan bagi orang berilmu. Karena orang berilmu adalah pewaris bagi para nabi.

Komentar
Posting Komentar