Makna, Sejarah, Dalil Beserta Implementasi Terkait Tradisi Malam Nisfu Sya'ban
*BAB I Pendahuluan*
*A. Latar Belakang*
Dalam kalender Islam . Di pertengahan bulan ini , ada malam khusus yang dikenal sebagai Nisfu Sha'ban. Malam ini memiliki banyak keutamaan yang bisa dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah , berdoa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT . Sejarah Nisfu Sha'ban mengajarkan kita tentang pentingnya malam ini dalam tradisi Islam dan bagaimana Nabi Muhammad (saw) dan para sahabat menghormati malam ini . Artikel ini akan mengupas lebih dalam tentang sejarah malam Nisfu Sha'ban, keutamaan malam tersebut , serta amalan-amalan yang dianjurkan pada malam tersebut .
*B. Rumusan Masalah*
1. Pengertian Nisfu Sya'ban
2. Sejarah Nisfu Sya'ban
3. Dalil-dalil Nisfu Sya'ban
4. Implementasi
*C. Tujuan Penulisan*
1. Agar masyarakat awam mengenal tentang makna dari kata Nisfu Sya'ban
2. Agar masyarakat mengetahui terkait awal mula diperkenalkan tradisi Nisfu Sya'ban
3. Agar orang awam paham akan dalil-dalil yang beredar di kalangan masyarakat
4. Agar masyarakat paham dan mengetahui tentang tatacara pelaksanaan Tradisi Nisfu Sya'ban
*BAB II Pembahasan*
*A. Pengertian Nisfu Sya'ban*
Nisfu Sya'ban merupakan malam yang jatuh pada pertengahan bulan nisfu Sya'ban dalam kalender hijriyah. Secara etimologinya kata Nisfu Sya'ban berasal dari bahasa Arab yaitu kata Nisfu yang bermakna "setengah/ pertengahan". Maka penjelasan kata Nisfu Sya'ban secara terminologi ialah malam yang berada di tengah-tengah bulan Sya'ban.¹
*2. Sejarah Nisfu Sya'ban*
Adapun kata Nisfu Sya'ban jika dilihat dari segi sejarahnya bahwa tradisi ini dibawa oleh ulama Tabi'in di Syam. Hal ini terdapat pada kitab Al-Mawahib Al-Laduniyah karya Al-Imam Al-Qasthalani (wafat 923 H).
وقد كان التابعون من أهل الشام، كخالد بن معدان، ومكحول يجتهدون ليلة النصف من شعبان فى العبادة، وعنهم أخذ الناس تعظيمها، ويقال: إنه بلغهم فى ذلك آثار إسرائيلية، فلما اشتهر ذلك عنهم اختلف الناس، فمنهم من قبله منهم، وقد أنكر ذلك أكثر العلماء من أهل الحجاز، منهم عطاء، وابن أبى مليكة، ونقله عبد الرحمن بن زيد بن أسلم عن فقهاء أهل المدينة، وهو قول أصحاب مالك وغيرهم، وقالوا: ذلك كله بدعة.
Artinya: "Tabi'in tanah Syam seperti Khalid bin Ma'dan dan Makhul, mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam Nisfu Sya'ban. Nah dari mereka inilah orang-orang kemudian ikut mengagungkan malam Nisfu Sya'ban. Dikatakan, bahwa telah sampai kepada mereka atsar israiliyat (kabar atau cerita yang bersumber dari ahli kitab, Yahudi dan Nasrani yang telah masuk Islam) tentang hal tersebut. Kemudian ketika perayaan malam Nisfu Syaban viral, orang-orang berbeda pandangan menanggapinya. Sebagian menerima, dan sebagian lain mengingkarinya. Mereka yang mengingkari adalah mayoritas ulama Hijaz, termasuk dari mereka Atha' dan Ibnu Abi Malikah. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dari kalangan fuqaha' Madinah menukil pendapat bahwa perayaan malam Nisfu Syaban seluruhnya adalah bid'ah. Ini juga merupakan pendapat Ashab Maliki dan ulama selainnya".
Dari penjelasan di atas bahwa tradisi malam Nisfu Sya'ban pertama kali diprakarsai oleh para Tabi'in di wilayah Syam dan tidak dilakukan di zaman Nabi.²
*3. Dalil Nisfu Sya'ban*
Adapun dalil yang digunakan sebagai faktor pendukung akan keutamaan tradisi ini yaitu ada yang tergolong _dhaif_ hingga berderajat _maudhu'_. Berikut hadis yang terpopuler dalam kalangan masyarakat:
1.
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
"Apabila malam Nisfu Syakban (pertengahan bulan Syakban), maka salatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya. Sesungguhnya Allah turun ke langit bumi pada saat itu ketika matahari terbenam, kemudian Dia berfirman, "Adakah orang yang meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya? Adakah orang yang meminta rezeki maka Aku akan memberinya rezeki? Adakah orang yang mendapat cobaan maka Aku akan menyembuhkannya? Adakah yang begini, dan adakah yang begini…hingga terbit fajar." (HR. Ibnu Majah no. 1378).³
Hadis ini dikategorikan dhaif jiddan hingga dikategorikan maudhu' oleh Muhammad Nashiruddin Al Albani.⁴
Perlu diketahui Nashiruddin ini bernama lengkap Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh Najati bin Adam Al Albani yang mendapat nama _laqb_ (julukan) Ustadzul Muhaqiqin wal ‘Ulama, Nashirussunnah, Qaami’ul bid’ah, Muhadditsul ‘Ashr, Al Faqih, Al Imam Al Mujaddid.⁵ Ia merupakan seorang ulama Islam Suriah yang lahir di Albania, Eropa. Ia selain terkenal sebagai ulama di Suriah, ia juga terkenal sebagai pembuat jam dan berprofesi khusus sebagai ulama hadis salafi yang terkenal.⁶
2. Riwayat hadis Aisyah r.a:
"Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Al Hajaj bin Arthah dari Yahya bin Abi Katsir dari Urwah dari Aisyah, ia berkata, "Pada suatu malam aku tidak mendapati Rasulullah , lalu aku keluar dan ternyata beliau sedang di Baqi', sedang mengangkat pandangannya ke langit. Lalu bersabda kepadaku: 'Apakah engkau khawatir bila Allah dan rasul-Nya berlaku tak adil terhadapmu?' Aisyah berkata, "Aku mengatakan, 'Aku mengira kalau engkau mendatangi sebagian istri-istrimu." Beliau bersabda, 'Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla turun ke langit dunia di malam pertengahan bulan Syakban, lalu la mengampuni banyaknya (dosa) dari hanya sekedar jumlah bulu-bulu kambing milik Bani Kalb." (HR. Ahmad no. 24825).⁷
Hadis ini dikategorikan sebagai isnad dhaif oleh Syu'aib Al-Arna'uth.
3. Dari hadis Rasulullah sebagai berikut:
"Sesungguhnya Allah akan muncul di malam nishfu Syakban kemudian mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik atau orang yang meninggalkan jamaah (murtad). (HR. Ibnu Majah no. 1380).⁸
Hadis ini dikategorikan sebagai hadis hasan oleh Muhammad Nashiruddin Al Albani.
*4. implementasi*
Adapun pelaksanaannya ialah setelah shalat magrib hendaklah shalat ba'da magrib (shalat rawatib). Adapun tata caranya yaitu di rakaat pertama setelah membaca Al-Fatihah hendaklah membaca surah Al-Kāfirûn, ketika rakaat kedua setelah membaca surah Al-Fatihah yaitu membaca surah Al-Ikhlas kemudian dilanjutkan salam. Nah, setelah melaksanakan salat sunah dua rakaat tersebut. Maka dianjurkan membaca surah Yasin 3× (Tiga kali). Pada masing-masing sebelum membaca yasin dianjurkan sebagai berikut
- Membaca Yasin dengan niat meminta perpanjangan umur karna Allah
- Membaca Yasin dengan niat meminta rezeki yang banyak dan halal karna untuk keperluan bekal ibadah
- Membaca Yasin dengan niat ditetapkan iman dan taqwa. Lalu membaca doa di bawah ini:
يَاذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ، يَاذَا الطُّولِ وَالْإِنْعَامِ لا إِلهَ إِلَّا انْتَ ظَهْرَ اللَّاحِينَ وَجَارَ المُسْتَجِيرِينَ وَأَمَانَ الْخَائِفِينَ ، اللهُمَّ إن كُنتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أَمر الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطَرُودًا أَوْ هُفَكَرًا عَلَى فِي الرِّزْقِ فَاعُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أَمَ الْكِتَابِ شَقَا وَلِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَاقْتَنَارَ رِزْقِي وَاشْتَنِي عِنْدَكَ فِي أَمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَ فَقَا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قلْتَ وَقَوْلكَ الحَقِّ فِي كِتَابِكَ الْمُنَزَّل على لِسَانِ نَبِيّكَ المُرْسَلِ يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَ عِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ الهي بالتَّجَلِّى الْأَعْظَمِ في لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شهر شَعْبَانِ المُكَرَّمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ اِصْرِفْ عَنِّي مِنَ الْبَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ وَ مَا أَنتَ بِهِ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ امِينَ.⁹
*BAB III PENUTUP*
*A. Kesimpulan*
1. Nisfu Sya'ban berasal dari kata bahasa Arab yaitu Nisfu bermakna "Setengah". Sedangkan Sya'ban merupakan bulan yang terdapat pada kalender hijriah. Jadi, Nisfu Sya'ban merupakan malam setengah bulan dari bulan Sya'ban.
2. Adapun sejarah dari tradisi ini yaitu diprakarsai oleh ulama tabi'in dari Syam.
3. Adapun dalil yang digunakan sebagai faktor pendukung ialah dari hadis-hadis dhaif hingga maudhu' dan ada juga yaang dari hasan.
4. Pelaksanaan nya yaitu setelah masing- masing membaca Yasin 3× dianjurkan membaca dengan niat yang pertama dipanjangkan umurnya, kedua meminta rezeki yang banyak serta halal dan ditetapkan iman serta taqwa kepada Allah SWT.
Referensi:
1. Marie Muhammad Wildan, "_Sejarah Nisfu Syakban: Malam Penuh Keberkahan dalam Tradisi Islam_" Basnaz, diakses dari https://baznas.go.id/artikel-show/Sejarah-Nisfu-Syakban:-Malam-Penuh-Keberkahan-dalam-Tradisi-Islam/898, pada tanggal 13 Februari 2025 pukul 19.16 WIB.
2. Komaruddin Bagja, "_Arti Nisfu Syaban Beserta Dalilnya: Simak Sejarah dan Keutamaannya!_" i News.id, diakses dari https://www.inews.id/lifestyle/muslim/arti-nisfu-syaban-beserta-dalilnya-simak-sejarah-dan-keutamaannya, pada tanggal 13 Februari 2025 pukul 21.12 WIB.
3. Ensiklopedia Hadis, diakses dari https://hadits.in/ibnumajah/1378, pada tanggal 14 Februari 2025 pukul 07.20 WIB.
4. Aplikasi Ensiklopedia Hadis.
5. Yulian Purnama, "_Biografi Asy Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani_" Muslim.or.id, diakses dari https://muslim.or.id/27562-biografi-asy-syaikh-al-muhaddits-muhammad-nashiruddin-al-albani-1.html, pada tanggal 14 Februari 2025 pukul 07.31 WIB.
6. Wikipedia, "_Muhammad Nashiruddin Al-Albani: Ulama Suriah-Albania_" Wikipedia, diakses dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Nashiruddin_Al-Albani, pada tanggal 14 Februari 2025 pukul 07.34 WIB.
7. Ensiklopedia Hadis diakses dari https://hadits.in/ahmad/24825, pada tanggal 14 Februari 2025 pukul 08.21 WIB.
8. Ensiklopedia Hadis, "_Salat Pada Malam Nisfu Sya'ban_" diakses dari https://hadits.in/ibnumajah/1380, pada tanggal 14 Februari 2025 pukul 08.29 WIB.
9. Pustaka Agung Harvan Surabaya, _Majmu' Syarif_(Surabaya: Pustaka Agung Harfan Surabaya, t.t.), 101-103.

Komentar
Posting Komentar