A. Reaksi Orang Munafik Terhadap Perintah Perang


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


لَوْ كَا نَ عَرَضًا قَرِيْبًا وَّسَفَرًا قَا صِدًا لَّا تَّبَعُوْكَ وَلٰـكِنْۢ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۗ وَسَيَحْلِفُوْنَ بِا للّٰهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَـرَجْنَا مَعَكُمْ ۚ يُهْلِكُوْنَ اَنْفُسَهُمْ ۚ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّهُمْ لَـكٰذِبُوْنَ


"Sekiranya (yang kamu serukan kepada mereka) adalah keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu. Akan tetapi, (mereka enggan karena) tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, “Seandainya kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu.” Mereka membinasakan diri sendiri¹) dan Allah mengetahui sesungguhnya mereka benar-benar para pembohong. "


(QS. At-Taubah 9: Ayat 42) 


Kemenag RI, Al-Qur'an dan Terjemahnya: Edisi Penyempurnaan 2019 (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019), 266


1. Menurut Kemenag maksud dari ‘membinasakan diri sendiri’ dalam ayat ini adalah bahwa mereka akan binasa disebabkan sumpah palsu dan kebohongan mereka. 


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


عَفَا اللّٰهُ عَنْكَ ۚ لِمَ اَذِنْتَ لَهُمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَتَعْلَمَ الْـكٰذِبِيْنَ


"Allah memaafkanmu (Muhammad). Mengapa engkau memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sehingga jelas bagimu orang-orang yang benar-benar (berhalangan) dan sehingga engkau mengetahui orang-orang yang berdusta?"


(QS. At-Taubah 9: Ayat 43) Ibid






Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


لَا يَسْتَـأْذِنُكَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ اَنْ يُّجَاهِدُوْا بِاَ مْوَا لِهِمْ وَاَ نْفُسِهِمْ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ بِۢا لْمُتَّقِيْنَ


"Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa. "


(QS. At-Taubah 9: Ayat 44) Ibid




Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَا رْتَا بَتْ قُلُوْبُهُمْ فَهُمْ فِيْ رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُوْنَ


"Sesungguhnya yang meminta izin kepadamu (Nabi Muhammad untuk tidak berjihad) hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir, dan hati mereka ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguan. "


(QS. At-Taubah 9: Ayat 45) 267




Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَلَوْ اَرَا دُوْا الْخُـرُوْجَ لَاَ عَدُّوْا لَهٗ عُدَّةً وَّلٰـكِنْ كَرِهَ اللّٰهُ انْبِۢعَا ثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيْلَ اقْعُدُوْا مَعَ الْقٰعِدِيْنَ


"Seandainya mereka mau berangkat (sejak semula), niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu. Akan tetapi, (mereka memang enggan dan oleh sebab itu) Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan (kepada mereka), “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.”"


(QS. At-Taubah 9: Ayat 46) Ibid




Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


لَوْ خَرَجُوْا فِيْكُمْ مَّا زَا دُوْكُمْ اِلَّا خَبَا لًا وَّلَاَ وْضَعُوْا خِلٰلَـكُمْ يَـبْغُوْنَـكُمُ الْفِتْنَةَ ۚ وَفِيْكُمْ سَمّٰعُوْنَ لَهُمْ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ بِۢا لظّٰلِمِيْنَ


"Seandainya mereka keluar bersamamu, niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan)-mu, malah hanya akan membuat kekacauan dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan (di barisanmu), sedang di antara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim. "


(QS. At-Taubah 9: Ayat 47) Ibid.




Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


لَـقَدِ ابْتَغَوُا الْفِتْنَةَ مِنْ قَبْلُ وَقَلَّبُوْا لَكَ الْاُ مُوْرَ حَتّٰى جَآءَ الْحَـقُّ وَظَهَرَ اَمْرُ اللّٰهِ وَهُمْ كٰرِهُوْنَ


"Sungguh, sebelum itu mereka benar-benar sudah berusaha membuat kekacauan dan mereka membolak-balik berbagai urusan (dengan berbagai tipu daya) untuk (mencelakakan)-mu, hingga datanglah kebenaran (berupa pertolongan Allah) dan menanglah urusan (agama) Allah, padahal mereka adalah orang-orang yang tidak menyukainya. "


(QS. At-Taubah 9: Ayat 48) Ibid.




Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ ائْذَنْ لِّيْ وَلَا تَفْتِنِّيْ ۗ اَ لَا فِى الْفِتْنَةِ سَقَطُوْا ۗ وَاِ نَّ جَهَـنَّمَ لَمُحِيْطَةٌ بِۢا لْـكٰفِرِيْنَ


"Di antara mereka ada orang yang berkata, “Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah engkau (Nabi Muhammad) menjerumuskan aku ke dalam fitnah.” Ketahuilah, bahwa mereka (dengan keengganannya pergi berjihad) telah terjerumus ke dalam fitnah. Sesungguhnya (neraka) Jahanam benar-benar meliputi orang-orang kafir. "


(QS. At-Taubah 9: Ayat 49) Ibid.




***


B. Sikap Orang Munafik Terhadap Kaum Tabuk


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


فَرِحَ الْمُخَلَّفُوْنَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلٰفَ رَسُوْلِ اللّٰهِ وَكَرِهُوْۤا اَنْ يُّجَاهِدُوْا بِاَ مْوَا لِهِمْ وَاَ نْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَقَا لُوْا لَا تَنْفِرُوْا فِى الْحَـرِّ ۗ  قُلْ نَا رُ جَهَـنَّمَ اَشَدُّ حَرًّا ۗ لَوْ كَا نُوْا يَفْقَهُوْنَ


"Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) merasa gembira dengan duduk-duduk setelah kepergian Rasulullah (ke medan perang). Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka (justru) berkata, “Janganlah kamu berangkat (ke medan perang) di tengah panas terik.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Api neraka Jahanam lebih panas.” Seandainya saja selama ini mereka memahami. "


(QS. At-Taubah 9: Ayat 81) 274.




Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


فَلْيَـضْحَكُوْا قَلِيْلًا وَّلْيَبْكُوْا كَثِيْرًا ۚ جَزَآءً بِۢمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ


"Maka, biarkanlah mereka tertawa sedikit (di dunia) dan menangis yang banyak (di akhirat) sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat. "


(QS. At-Taubah 9: Ayat 82) Ibid.




Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


فَاِ نْ رَّجَعَكَ اللّٰهُ اِلٰى طَآئِفَةٍ مِّنْهُمْ فَا سْتَـأْذَنُوْكَ لِلْخُرُوْجِ فَقُلْ لَّنْ تَخْرُجُوْا مَعِيَ اَبَدًا وَّلَنْ تُقَا تِلُوْا مَعِيَ عَدُوًّا ۗ اِنَّكُمْ رَضِيْتُمْ بِا لْقُعُوْدِ اَوَّلَ مَرَّةٍ  ۗ فَا قْعُدُوْا مَعَ الْخٰلـِفِيْنَ


"Maka, jika Allah memulangkanmu (Nabi Muhammad) ke satu golongan dari mereka (orang-orang munafik), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), katakanlah, “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya sejak semula kamu telah rida duduk (tidak berperang). Oleh karena itu, duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang).”"


(QS. At-Taubah 9: Ayat 83) Ibid.




***


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَاِ ذَاۤ اُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ اَنْ اٰمِنُوْا بِا للّٰهِ وَجَاهِدُوْا مَعَ رَسُوْلِهِ اسْتَـأْذَنَكَ اُولُوا الطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَا لُوْا ذَرْنَا نَكُنْ مَّعَ الْقٰعِدِيْنَ


"Dan apabila diturunkan suatu surah (yang memerintahkan kepada orang-orang munafik), "Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya," niscaya orang-orang yang kaya dan berpengaruh di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tinggal di rumah).""


(QS. At-Taubah 9: Ayat 86)




Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


رَضُوْا بِاَ نْ يَّكُوْنُوْا مَعَ الْخَوَا لِفِ وَطُبِعَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُوْنَ


"Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah tertutup, sehingga mereka tidak memahami (kebahagiaan beriman dan berjihad)."


(QS. At-Taubah 9: Ayat 87)




***


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اِنَّمَا السَّبِيْلُ عَلَى الَّذِيْنَ يَسْتَأْذِنُوْنَكَ وَهُمْ اَغْنِيَآءُ ۚ رَضُوْا بِاَ نْ يَّكُوْنُوْا مَعَ الْخَـوَا لِفِ ۙ وَطَبَعَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ


"Sesungguhnya alasan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu (untuk tidak ikut berperang), padahal mereka orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci hati mereka, sehingga mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka)."


(QS. At-Taubah 9: Ayat 93)




* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:




يَعْتَذِرُوْنَ اِلَيْكُمْ اِذَا رَجَعْتُمْ اِلَيْهِمْ ۗ قُلْ لَّا تَعْتَذِرُوْا لَنْ نُّـؤْمِنَ لَـكُمْ قَدْ نَـبَّاَنَا اللّٰهُ مِنْ اَخْبَا رِكُمْ ۗ وَ سَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَـكُمْ وَرَسُوْلُهٗ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَا لشَّهَا دَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ


"Mereka (orang-orang munafik yang tidak ikut berperang) akan mengemukakan alasannya kepadamu ketika kamu telah kembali kepada mereka. Katakanlah (Muhammad), "Janganlah kamu mengemukakan alasan; kami tidak percaya lagi kepadamu, sungguh, Allah telah memberitahukan kepada kami tentang beritamu. Dan Allah akan melihat pekerjaanmu, (demikian pula) Rasul-Nya, kemudian kamu dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.""


(QS. At-Taubah 9: Ayat 94)




* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:




سَيَحْلِفُوْنَ بِا للّٰهِ لَـكُمْ اِذَا انْقَلَبْتُمْ اِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُوْا عَنْهُمْ ۗ فَاَ عْرِضُوْا عَنْهُمْ ۗ اِنَّهُمْ رِجْسٌ ۙ وَّمَأْوٰٮهُمْ جَهَـنَّمُ ۚ جَزَآءً بِۢمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ


"Mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah ketika kamu kembali kepada mereka agar kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu berjiwa kotor dan tempat mereka Neraka Jahanam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan."


(QS. At-Taubah 9: Ayat 95)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


يَحْلِفُوْنَ لَـكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ ۚ فَاِ نْ تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَاِ نَّ اللّٰهَ لَا يَرْضٰى عَنِ الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ


"Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu bersedia menerima mereka. Tetapi sekalipun kamu menerima mereka, Allah tidak akan rida kepada orang-orang yang fasik."


(QS. At-Taubah 9: Ayat 96)


* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI 2: Kedudukan, Fungsi dan urgensi Qashash al-Quran

Acara Pembukaan dan Penyerahan Mahasiswa PPL 2025 serta Pembelajaran Qiro'ah Sab'ah di Yayasan Markaz Dirasat Qur’aniyah Desa Bajur Kabupaten Pamekasan

Makna, Sejarah, Dalil Beserta Implementasi Terkait Tradisi Malam Nisfu Sya'ban