Qasas Al-Qur'an: Pengertian dan Tujuannya
Qasas Al-Qur'an: Pengertian dan Tujuannya
Sumber: Nur Ali Subhan, "Qashash sebagai Materi dan Metode Pendidikan Akhlak: Kajian Tafsir QS al-Lahab" Qalamuna Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 11 No. 1. (Januari 2019).
A. Pengertian
Secara etimologinya
Kata Qasas berasal dari kata Qishshah yang bermakna cerita, riwayat ataupun hikayat. Kata itu juga berasal dari kata Al-Qish yang bermakna menelusuri jejak.
Secara terminologinya
Kata cerita menurut KBBI ialah tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Jadi, Qasas Al-Qur'an ialah cerita atau kisah yang menceritakan tentang suatu keadaan umat-umat terdahulu, para nabi, peristiwa yang terjadi telah terjadi, sekarang ataupun masa yang akan datang. Adapun unsur-unsur yang terkandung dari definisi di atas menurut Ahmad Jamal al Umry, bahwa kisah dalam Al-Quran terdiri atas:
a. Kisah Waqiyyat: yang mengungkapkan gejala-gejala kejiwaan manusia seperti kisah dua putra Nabi Adam (QS. Al Maidah (5): 27-30).
b. Kisah Tamsiliyyat: yang tidak menggambarkan kejadian yang sebenarnya akan tetapi kejadian tersebut mungkin terjadi pada waktu yang lain seperti kisah Ashbab al Jannatain yang telah digambarkan kejadian dan peristiwanya dalam Surat al Kahfi.
c. Kisah Tarrikhiyat: yang mengungkap tentang tempat, peristiwa dan orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Seperti kisah para nabi, kisah orang-orang yang mendustakan nabi, kisah fir'aun, bani Israil dan lain-lain
B. Tujuan
Adapun tujuan dari Qasas Al-Qur'an ialah sebagaimana yang dipaparkan oleh Manna' Al-Qaththan sebagai berikut:
a. Untuk menjelaskan dasar-dasar dakwah dan pokok-pokok syari'at yang dibawa oleh para Rasul
b. Untuk memantapkan hati Rasulullah dan umatnya dalam menegakkan agama Allah.
c. Mengabadikan usaha-usaha para Nabi dan mengungkapkan bahwa Nabi-Nabi dahulu adalah benar.
d. Menampakkan kebenaran Nabi Muhammad Saw dalam dakwahnya dengan dapat menerangkan keadaan-keadaan umat yang telah lalu.
e. Menyingkap kebohongan ahli al-Kitab yang telah menyembunyikan isi kitab mereka yang masih murni. Menarik perhatian pendengar dan pembacanya yang diberikan pelajaran pada mereka.

Komentar
Posting Komentar